Latest Updates
Tampilkan postingan dengan label pakaian liturgi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pakaian liturgi. Tampilkan semua postingan

Seri Emmanuel MATERI SUPLEMEN Rp 100.000

Seri Emmanuel MATERI  SUPLEMEN
@Rp 250.000 Rp 100.000

Komponen Materi Suplemen
  • VCD liputan perayaan hari-hari besar agama-agama di Indonesia
  • Boneka tangan Sheepo dan Dovi
  • audio berisi 28 lagu rohani anak
  • VCD gerak dan lagu
  • 1 set miniatur baju iman (2 stola dengan 4 warna liturgi, kasula, alba, seingel)
  • 1 set miniatur peralatan Ekaristi (piala, sibori, pala)

Kemasan
Seri Emmanuel MATERI  SUPLEMEN    Rp 100.000

Isi Kemasan

Seri Emmanuel MATERI  SUPLEMEN    Rp 100.000
Seri Emmanuel MATERI  SUPLEMEN    Rp 100.000

alba
Alba
kasula
Kasula
Stola Putih
Stola Putih
Stola Hijau
Stola Hijau
Stola Merah
Stola Merah
Stola Ungu
Stola Ungu

piala dan sibori
Piala dan Sibori
boneka tangan dovi sheepo
Boneka Tangan Dovi Sheepo

Daftar Produk dan harga:

Seri Emmanuel MATERI SUPLEMEN Rp 100.000
Seri Emmanuel 5 AKRAB DAN DAMAI Rp 100.000
Seri Emmanuel 4 AKU BISA, KAMU JUGA BISA Rp 100.000
Seri Emmanuel 3 MENCINTAI LINGKUNGAN HIDUP Rp 100.000
Seri Emmanuel 2 BIAR BEDA TETAP BERSAHABAT Rp 100.000
Seri Emmanuel 1 KE GEREJA YUK…!! Rp 100.000

Informasi terkait, klik di sini

Alba

Alba
d. Alba
Alba adalah semacam jubah yang terbuat dari kain linen putih. Alba ini snagat panjang, smapai mata kaki. Bila imam yang berpakaian biasa (tidak berjubah) hendak merayakan Ekaristi atau kegiatan yang lain, maka alba inilah yang dipakai.
Ada dua macam alba: putih berenda dan yang tidak berenda. Alba saat ini jarang dipakai karena imam sudah memakai jubah. Bila belm memakai jubah, biasanya imam memakai alba.
Kadang-kadang kita jumpai dalam keadaan mendesak imam mempersembahkan Ekaristi hanya dengan pakaian sehari-hari dan stola saja. Namun, dengan pakaian lengkap memang bisa tercipta suasana doa  yang berbeda dengan hidup sehari-hari yang biasa.
Saat ini banyak prodiakon paroki yang membantu peribadatan memakai semacam jubah yang hampir sama dengan jubah imam. Bahkan untuk para petugas liturgi dan prodiakon paroki punya semacam tanda khusus, misalnya selempang kuning atau hijau, yang dipakai saat mereka bertugas.

Amik

Amik
c. Amik
Amik adalah selembar kain putih dengan beberapa utas tali agar dapat dikaitkan pada bahu/punggung. Fungsinya untuk menahan keringat. Seorang imam yang mempersiapkann diri untuk merayakan Ekaristi akan pertama-tama mengenakan amik. Sekarang ini ketentuan memakai amik tidak mutlak, maka imam jarang memakai amik.
2) AMIK (Tanda Perlindungan)
Selembar kain lenan putih berbentuk segi empat dengan dua tali panjang di dua ujungnya, dikenakan sekeliling leher, menutupi bahu dan pundak, menyilangkan kedua tali di depan (membentuk salib St Andreas), lalu membawa tali ke belakang punggung, melilitkannya sekeliling pinggang dan mengikatkannya dengan suatu simpul.

Tujuan praktis amik adalah untuk menutupi jubah ...biasa imam, dan untuk menyerap keringat dari kepala dan leher. Di kalangan Graeco-Romawi, amik adalah penutup kepala, seringkali dikenakan di bawah topi baja para prajurit Romawi untuk menyerap keringat, dengan demikian mencegah keringat menetes ke mata.

Tujuan rohani amik adalah mengingatkan imam akan nasehat St Paulus, “Terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah” (Ef 6:17).

Doa Imam ketika mengenakan amik:
“Tuhan, letakkanlah pelindung keselamatan pada kepalaku untuk menangkis segala serangan setan.”

Amik adalah vestimentum liturgis yang terutama digunakan dalam Gereja Katolik Roma, beberapa Gereja Anglikan, dan Gereja Armenia. Amik berupa sehelai kain putih persegi empat atau oblong, berbahan linen, dengan sambungan seperti pita, yang berfungsi sebagai simpul untuk mengencangkannya di seputar pundak imam. Sebagaimana vestimentum imamat lainnya, amik harus diberkati terlebih dahulu sebelum digunakan. Tujuan dari amik sebenarnya adalah sebagai penutup pundak, atau aslinya sebagai penutup kepala dari si pengguna.
Sebelum reformasi liturgis tahun 1972, amik wajib dikenakan dalam setiap Misa Gereja Katolik Ritus Latin, namun sekarang ini amik hanya wajib dikenakan jika alba yang dikenakan imam tidak sepenuhnya menutupi pakaian sehari-harinya, terutama pada bagian kerah. Banyak imam yang memilih untuk mengenakan amik dengan alasan mempertahankan tradisi, atau dengan alasan untuk melindungi vestimentum lainnya dari keringat. Amik tidak dikenakan oleh rohaniwan yang jabatannya di bawah subdiakon.
Beberapa ordo biarawan, seperti Dominikan dan Fransiskan, serta beberapa ordo lain yang seragamnya memiliki tudung, kerap mengenakan Amik setelah terlebih dahulu memasang tudungnya. Imam, atau petugas liturgi, kemudian mengencangkan pita pada Amik - bersilang di dada - lalu disimpulkan di punggungnya. Alba dikenakan setelah tudung/Amik, lalu dikencangkan. Tudung/amik tadi kemudian dibiarkan menjuntai menutupi kerah.
Dalam beberapa ritus Abad Pertengahan, misalnya ritus Sarum, amik diberi pita tebal yang lebar dari bahan brokat atau hiasan lainnya, sehingga tampak seperti kerah tinggi. Amik seperti ini disebut amik berhiasan. Kebiasaan ini ditinggalkan di Roma sekitar akhir abad ke-15, namun lebih lama bertahan di kawasan Eropa lainnya. Pada tahun 1907, kebiasaan ini tidak lagi ditolerir dalam liturgi Katolik Roma, namun masih eksis dalam banyak komunitas Anglikan.
Yang menarik adalah, amik mirip kerah ini menyebar sampai ke Gereja Ortodoks Armenia. Amik jenis ini tetap dipertahankan sebagai bagian normal dari vestimentum imam Gereja itu, dan disebut varkas.
Pada saat mengenakan amik, pertama-tama imam membentangkan amik di atas kepalanya (seperti tudung), kemudian melilitkannya ke sekeliling pundak. Selama melakukan tindakan ini, dia mengucapkan sebuah doa singkat yang isinya memohon Allah untuk mengenakan padanya "helm keselamatan".

Amik, tanda perlindungan
clip_image010clip_image012
Amik adalah kain putih segi empat dengan dua tali di dua ujungnya atau ada juga model modern lain yang tidak segi empat dan tanpa tali.
Amik yang melingkari leher dan menutupi bahu dan pundak itu melambangkan pelindung pembawa selamat (keutamaan harapan), yang membantu pemakainya untuk mengatasi serangan setan.
clip_image014clip_image016
Kain itu secara praktis juga berfungsi untuk menutupi kerah baju supaya tampak rapi, untuk menahan dingin, atau sekaligus untuk menyerap keringat agar busana liturgis pada zaman dulu yang biasanya amat indah dan mahal tidak mengalami kerusakan.
Amik dikenakan oleh imam, diakon, atau petugas lain yang hendak mengenakan alba.
Pemakaian amik sering tergantung juga pada alba yang akan dipakai. Kalau alba kiranya tidak menutup sama sekali kerah pakaian sehari-hari, maka barulah amik itu dikenakan sebelum alba (PUMR 336).

Jubah Rohaniwan Katholik


A. Pakaian Liturgi
Jubah Imam Projo, dll
Yang dimaksud dengan pakaian liturgi adalah busana yang dipakai untuk upacara peribadatan, termasuk upacara Ekaristi. Baik uskup, imam, misdinar, maupun petugas liturgi lainnya mengenakan busana peribadatan.



1. Pakaian Imam
a. Jubah

Jubah Fransiskan

Jubah adalah pakaian resmi para rohaniwan/rohaniwati. Jubah ada yang panjangnya sampai mata kaki dan bagian atas badannya menyempit. Dulu, sebelum Konsili Vatikan II, jubah merupakan “pakaian harian,” tetapi sekarang banyak rohaniwan memakai jubah hanya ketika melakukan kegiatan liturgi atau menghadiri pertemuan penting dan resmi.
Jubah yang sering kita lihat berwarna putih. Maklum, di daerah tropis seperti Indonesia ini memang lebih nyaman dipilih warna putih supaya pemakainya tidak terlalu gerah. Di samping itu, warna putih juga melambangkan kesalehan. Jubah putih banyak dipakai oleh imam-imam praja (Pr), Serikat Yesuit (SY), dan imam dari ordo atau kongregasi yang lain.
Jubah OCSO

Jubah OSC

Jubah tidak hanya berwarna putih, tetapi ada pula yang coklat atau hitam. Sebagai contoh, jubah para Fransiskan (OFM) berwarna coklat tua. Jubah para pertaa di Rawaseneng (OCSO) dan biawaran Ordo Salib Suci (OSC) berwarna putih dengan kombinasi hitam. Bentuk dan warna jubah berbeda-beda menurut kebiasaan masing-masing ordo/kongregasi.

Jubah kardinal berwarna merah. Jubah paus berwarna putih.




Total Pageviews

Temukan Tips Tentang

5 roti dan 2 ikan Abraham Adam Akrab Damai Aku Bisa Kamu Bisa aku percaya alat peraga alat-alat liturgi alba amice amik anak yang hilang baptis belajar bersama berbagi berdoa Biar Beda Bersahabat biarawan biarawati BIleam boneka tangan Cerita collar copy master corporale Daud Dialog doa katolik doa kemenangan Domino Dovi Ekaristi Esau Ester Firman flash card gender gereja gereja dan hidup kristiani Gereja Katolik Goliat Gomora Hawa hidup kristiani I Love Bible I'm Christian I’m Christian imam iman Injil Ishak jubah Kain Flanel Kanaan kardinal kartu kwartet kartu pendapat karya Yesus kasula Kata Tersembunyi Katekismus Katolik Ke Gereja Yuk keakraban kedamaian Kejadian kelahiran Yesus keragaman kesehatan ilahi kesetaraan ketopong keselamatan Kipas Kasih Sayang Kitab Suci Kitab Suci dan Tradisi kolar Kompendium Katekismus kongregasi Latar Belakang Lea liturgi Logico Lukas Matius media ajar memaafkan membahagiakan Mencintai Lingkungan Hidup mendoakan anak menghargai menyembuhkan orang sakit menyerahkan anak Mesir minggu palma Misa Kudus mujizat murid Yesus Musa Naomi narasi Natal orang tua orang tua yang berdoa ordo pakaian imam pakaian liturgi palla palma Pantokrator patena patung lembu emas paus Paus Benedictus XVI peduli pekan suci pembaptisan pendampingan iman anak pendeta pendidikan iman Katolik Perayaan Ekaristi perbedaan perjamuan terakhir Perjanjian Baru Perjanjian Lama permainan edukatif persahabatan perumpamaan piala pocket story poster mencintai lingkungan hidup puncak hidup umat purifikatorium Rahel Ribka rohaniwan rohaniwati Rut Sakramen Baptis salib Sara saudara Saul sekolah minggu Seri Emmanuel Sheepo sibori Simson singel Sodom Stavronikia Monastery stola Sumber hidup Suplemen Syahadat Para Rasul syahadat singkat tanda perlindungan Tema The Icon of Christ Theophanos of Creta Tradisi Tuhan Yesus Dengarlah Doaku Yakub Yerikho Yerusalem Yesus Yesus disalib Yesus naik surga Yosua Yunus Yusuf