Latest Updates
Tampilkan postingan dengan label Akrab Damai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akrab Damai. Tampilkan semua postingan

Seri Emmanuel 5 AKRAB DAN DAMAI Rp 100.000

Seri Emmanuel 5  AKRAB DAN DAMAI
@Rp 250.000 Rp 100.000

Latar Belakang
Kian maraknya kekerasan dalam keluarga, bias gender, dan premanisme dalam masyarakat yang akan dilihat dan dialami anak sepanjang hidup. Untuk mengantisipasi situasi masyarakat yang demikian, sejak dini anak perlu dibekali dengan keterampilan bersikap yang tepat agar dapat menghadapi setiap situasi yang tidak diinginkan yang kemungkinan akan ditemuinya selama perjalanan hidupnya.

Tujuan
Menumbuhkan kasih sayang, kerelaan mengambil beban antara laki-perempuan, memunculkan keharmonisan hidup sejak dini dalam keluarga

Komponen produk Tema 5. Seri Emmanuel Akrab dan Damai
  • Poster
  • Buku pendamping
  • Flash cards
  • flanel
  • Seri Cerbin: Uguk dan Miauw
  • Seri Cerbin: Mimin sayang, selamat tinggal



Kemasan
Seri Emmanuel 5  AKRAB DAN DAMAI    Rp 100.000
Seri Emmanuel 5  AKRAB DAN DAMAI    Rp 100.000

Poster
Poster  AKRAB DAN DAMAI


Isi Kemasan
Seri Emmanuel 5  AKRAB DAN DAMAI    Rp 100.000
Seri Emmanuel 5  AKRAB DAN DAMAI Rp 100.000


Daftar Produk dan harga:

Seri Emmanuel MATERI SUPLEMEN Rp 100.000
Seri Emmanuel 5 AKRAB DAN DAMAI Rp 100.000
Seri Emmanuel 4 AKU BISA, KAMU JUGA BISA Rp 100.000
Seri Emmanuel 3 MENCINTAI LINGKUNGAN HIDUP Rp 100.000
Seri Emmanuel 2 BIAR BEDA TETAP BERSAHABAT Rp 100.000
Seri Emmanuel 1 KE GEREJA YUK…!! Rp 100.000

Informasi terkait, klik di sini





Seri Emmanuel: Paket Pengajaran Iman Katolik


Daftar Isi Tema 5 Akrab dan Damai

Daftar Isi Tema 5 Akrab dan Damai
Daftar Isi Seri Emmanuel Tema Akrab dan Damai

Daftar Isi Tema 5 Akrab dan Damai
Daftar isi Tema 4 Aku Bisa Kamu Juga Bisa
Daftar Isi Tema 3 Mencintai Lingkungan Hidup
Daftar Isi Tema 2 Biar Beda Tetap Bersahabat
Daftar Isi Tema 1 Ke Gereja Yuk


I. URAIAN UMUM
Pengantar dan konsep .... 8
Judul Tema dalam Seri Emmanuel .... 11

II. URAIAN KHUSUS
Uraian “Akrab dan Damai”.... 14
Tujuan Pendampingan .... 15
• Keterangan poster dan petunjuk penggunaannya .... 16
• Pokok bahasan “Akrab dan Damai” .... 18
1. Bahagia bersama Yesus .... 18
2. Bahagaia bersama Orangtua .... 18
3. Kerasan di Rumah .... 18
4. Menghargai Pembantu Rumah Tangga .... 19
5. Akrab dengan Teman-teman .... 19
6. Bahagia bersama Umat.... 20
7. Mengucapkan dan Mengungkapkan Terima Kasih .... 20
8. Tetap Ramah walaupun Kalau .... 20
9. Semua Anggota Keluarga Saling Bekerja Sama .... 21
10. Saling Memaafkan .... 21

• Contoh agenda pertemuan .... 22

III. ALTERNATIF AKTIVITAS

A• Aktivitas rutin .... 26
1. Barometer Perasaanku .... 26
2. Sikapku .... 26
3. Doaku Hari ini .... 26
4. Pohon Janjiku .... 27
5. Copymaster aktivitas rutin .... 28

B• Aktivitas dengan kartu gambar .... 32
1. Kartu Reaksi .... 32
2. Kartu Memori .... 32
3. Bermain Peran .... 32

C• Aktivitas dengan copymaster .... 33
1. Copymaster buku saku.... 36
2. Copymaster mewarnai gambar .... 39
3. Copymaster jalan serta Yesus .... 40
4. Copymaster menyusun potongan gambar .... 44
5. Copymaster membuat gambar poster .... 45
6. Copymaster teliti mencari .... 46
7. Copymaster kartu pendapat .... 47
8. Copymaster mencari kata tersembunyi .... 49
9. Copymaster domino kasih sayang .... 50
10. Copymaster cerita flanel .... 53
11. Copymaster sulap sederhana .... 60

D• Aktivitas tanpa copymaster .... 61
1. Dialog.... 62
2. Bercerita .... 65
3. Dramatisasi .... 66
4. Keterampilan .... 71

E. Permainan motorik .... 74
1. Balap becak .... 74
2. Mengurai tali .... 74
3. Barisan kompak.... 74
4. Kereta cinta .... 75

F. Materi pendukung .... 76
1. Contoh Doa .... 76
2. Nyanyian Alternatif .... 77
3. Teks Nyanyian.... 78
4. Blangko dokumentasi kegiatan .... 79

Daftar pustaka .... 80



Lihat juga:

Contoh penggunaan cerita planel: Kesetaraan Gender  (versi dialog)
Contoh penggunaan cerita planel: Menghormati Orang Tua  (versi dialog)
Contoh penggunaan cerita planel: Hidup Rukun dalam Keluarga  (versi dialog)


Contoh Cerita Planel Narasi: Kesetaraan Gender (versi narasi)
Contoh Cerita Planel Narasi: Menghormati Orang Tua  (versi narasi)
Contoh Cerita Planel Narasi: Hidup Rukun dalam Keluarga (versi narasi)


Contoh penggunaan Kipas Kasih Sayang
Contoh penggunaan Kata Tersembunyi
Contoh penggunaan Kartu Pendapat
Contoh penggunaan Cerita Flanel
Contoh penggunaan Flash Card
Contoh penggunaan Pocket Story
Contoh penggunaan Domino Kasih Sayang

Daftar Isi Seri Emmanuel
Latar Belakang Seri Emmanuel

Tema 5 Akrab dan Damai - Latar Belakang, Tujuan, Komponen, Harga


Latar Belakang, Tujuan, Komponen, Harga - Tema 1 "Ke Gereja Yuk!"
Latar Belakang, Tujuan, Komponen, Harga - Tema 2 Biar Beda Tetap Bersahabat
Latar Belakang, Tujuan, Komponen, Harga - Tema 3 Mencintai Lingkungan Hidup
Latar Belakang, Tujuan, Komponen, Harga - Tema 4 Aku Bisa Kamu Juga Bisa
Latar Belakang, Tujuan, Komponen, Harga - Tema 5 Akrab dan Damai


Baca juga penjelasan lebih detil mengenai latar belakang, tujuan, daftar isi Tema 5 "Akrab dan Damai"

Latar Belakang
Kemasan "Akrab dan Damai"
Kekerasan dalam keluarga, bias gender, dan premanisme dalam masyarakat kian marak. Anak melihat dan mengingat pengalaman itu sepanjang hidup

Tujuan
Menekan unsur kekerasan, menumbuhkan kasih sayang, kerelaan mengambil beban antara laki-perempuan, agar muncul keharmonisan hidup sejak dini dalam keluarga sebagai masyarakat terkecil.
Komponen Seri Emmanuel Tema 5 "Akrab dan Damai"

Komponen produk Seri Emmanuel Tema 5 Akrab dan Damai
  1. Poster
  2. Buku pendamping
  3. Flash cards
  4. Kain flanel
  5. Seri Cerbin: Uguk dan Miauw
  6. Seri Cerbin: Mimin sayang, selamat tinggal

Tujuan Pendampingan, Pemahaman dan Nilai yang Ditatanamkan Tema AKRAB DAN DAMAI

Tujuan Pendampingan, Pemahaman dan Nilai yang Ditatanamkan

Tema: AKRAB DAN DAMAI

Tujuan pendampingan

Akrab dan Damai
o  menyadarkan anak untuk bahagia bersama Yesus karena mengalami keakraban dan kedamaian dengan Dia sehingga mampu meneladan apa yang dilakukan Yesus yaitu akrab dengan teman-teman dan sesamanya,
o  menyadarkan anak bahwa hidup bersama orang tua itu membahagiakan sehingga mampu menciptakan komunikasi yang akrab dan damai di antara anggota keluarga,
o  menyadarkan anak bahwa rumah memberi rasa kerasan sehingga mampu mengupayakan seluruh anggota keluarga betah tinggal di rumah,
o  menyadarkan anak untuk menghargai pembantu rumah tangga sehingga mampu berkata sopan, mengucapkan terima kasih, dan lebih menyayanginya,
o  menyadarkan anak bahwa bersahabat dengan teman-temannya itu membahagiakan sehingga mampu menjaga keakraban dan kedamaian di antara mereka,
o  menyadarkan anak bahwa berada di tengah-tengah umat itu membahagiakan sehingga mampu hidup bersama dan terlibat dengan umat,
o  mengajak anak untuk menghargai orang lain sehingga tahu berterimakasih dan mampu mengungkapkannya,
o  mengajak anak untuk bisa bersikap sportif dalam perlombaan sehingga mampu menerima kekalahan serta tidak sombong jika menang,
o  mengajak anak untuk membangun dan mengalami kerja sama dalam keluarga tanpa membeda-bedakan laki-laki dan perempuan, dan
o  mengajak anak untuk bisa mengakui kesalahan, berani meminta maaf, dan mau memaafkan orang lain.

Pemahaman dan nilai yang ditanamkan
Pemahaman yang ingin disampaikan adalah
o  komunikasi yang akrab dan hubungan yang harmonis antar seluruh anggota keluarga merupakan salah satu modal untuk mencapai kedamaian,
o  hubungan yang akrab dengan orang lain baik teman, anggota Gereja, maupun masyarakat sekitar dapat menjauhkan seseorang dari keinginan saling bersikap kasar,
o  menghargai orang lain merupakan salah satu upaya untuk menjalin hubungan yang akrab,
o  berbicara sopan merupakan contoh sikap menghargai orang lain,
o  mengungkapkan dan mengucapkan terima kasih merupakan contoh sikap menghargai orang lain,
o  mau menerima kekalahan dalam pertandingan dan tidak sombong jika menang akan menjaga hubungan baik dengan orang lain dan menciptakan suasana damai,
o  bekerja sama sebaiknya tidak membeda-bedakan yang diajak kerja sama, dan
o  berani mengakui kesalahan, mau meminta maaf, dan rela memaafkan orang lain merupakan keutamaan hidup yang sangat terpuji.
Akrab dan Damai

Nilai yang ditanamkan
o  kesediaan anak untuk berusaha menjadi perantara berkat dan pembawa kedamaian bagi sesama di zaman yang penuh kekerasan dan konflik ini,
o  kemampuan anak untuk menghargai diri sendiri dan orang lain, dan
o  kesiapan anak untuk menularkan sikap baik kepada sesama demi menjaga keakraban dan kedamaian hidup bersama.




Tujuan Pendampingan dan Nilai yang Ditanamkan Tema 5 "Akrab dan Damai"
Tujuan Pendampingan dan Nilai yang Ditanamkan Tema 4 "Aku Bisa Kamu Juga Bisa"
Tujuan Pendampingan dan Nilai yang Ditanamkan Tema 3 "Mencintai Lingkungan Hidup"
Tujuan Pendampingan dan Nilai yang Ditanamkan Tema 2 "Biar Beda Tetap Bersahabat"
Tujuan Pendampingan dan Nilai yang Ditanamkan Tema 1 "Ke Gereja Yuk"


Latar Belakang Tema Tema 5 "Akrab dan Damai"
Latar Belakang Tema Tema 4 "Aku Bisa Kamu Juga Bisa"
Latar Belakang Tema Tema 3 "Mencintai Lingkungan Hidup"
Latar Belakang Tema Tema 2 "Biar Beda Tetap Bersahabat"
Latar Belakang Tema Tema 1 "Ke Gereja Yuk"


Daftar Isi Tema 5 "Akrab dan Damai"
Daftar Isi Tema 4 "Aku Bisa Kamu Juga Bisa"
Daftar Isi Tema 3 "Mencintai Lingkungan Hidup"
Daftar Isi Tema 2 "Biar Beda Tetap Bersahabat"
Daftar Isi Tema 1 "Ke Gereja Yuk"


Latar Belakang Pemikiran Tema "Akrab dan Damai"

Latar Belakang Pemikiran Tema

TENTANG AKRAB DAN DAMAI

Buku Panduan Akrab dan Damai
Hidup itu amatlah berharga. Oleh karena itu manusia selalu berusaha mempertahankan hidupnya. Kalau sakit atau terancam nyawanya ia akan selalu mencoba untuk mempertahankan hidupnya dengan berobat, perawatan, dan kalau perlu dengan senjata untuk mempertahankan hidupnya.

Masyarakat kita sangat menjunjung tinggi kehidupan. Oleh sebab itu, mereka berusaha mengamankan hidupnya (dengan menjaga hubungan yang selaras) dengan sesamanya,  dengan lingkungannya, dan dengan dunia adikodrati. Mereka juga berusaha melanggengkan hidupnya melalui keturunan. Kehidupan itu sungguh bernilai. Manusia tidak akan menyia-nyiakannya atau mempertukarkannya dengan hal-hal yang lain.

Pertanyaan mengenai makna hidup bukanlah hal yang baru. Pertanyaan itu selalu ada namun demikian, tampaknya pertanyaan itu menjadi jauh lebih sulit bagi manusia dewasa ini. Sebab kini manusia hidup di tengah-tengah lingkungan dunia yang terlampau luas. Bahkan tak terjangkau lagi olehnya. Terlebih lagi dewasa ini banyak sekali tawaran yang menyodorkan jawaban yang berbeda-beda. Bidang kehidupan seperti bekerja, keluarga, rekreasi, hubungan antar manusia dan sebagainya sering terasa tidak berhubungan lagi satu dengan yang lainnya.

Di dalam dunia yang semakin berkembang ini manusia dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan tentang perkembangan dunia modern, tentang tempat dan peranan manusia di alam semesta, tentang arti usaha-usaha baik secara perorangan ataupun bersama-sama dan akhirnya tentang tujuan akhir dunia dan manusia ini.

Manusia bukan hanya penghuni dunia dan alam semesta. Manusia mengolahnya, hidup darinya, dan bertanggung jawab atasnya. Oleh karena itu, manusia diberi kepercayaan untuk ikut “menciptakan” dunia, maka dunia harus senantiasa baru dan harus sesuai dengan tujuan hidup manusia. Dalam dunia macam ini Tuhan mempercayakan manusia mengurus dunia ini sendiri.

Akhir-akhir ini, sikap kasar terhadap hidup, cukup merebak di tanah air kita. Anak-anak muda sepertinya tertarik terhadap film-film, berita-berita, dan peristiwa-peristiwa yang bernafaskan kekerasan. Hal-hal seperti ini perlu diwaspadai diantisipasi penanganannya secara lebih dini dan tepat.

Mengupayakan keadaan yang damai merupakan kewajiban orang Kristen dalam mewujudkan iman mereka akan Kristus yang adalah “damai sejahtera kita” yang “merubuhkan tembok pemisahan, yaitu perseteruan” dan yang mengajar para pengikutnya: “Berbahagialah yang membawa damai” (Mat 5:9).

Baca juga:


Latar belakang Tema "Akrab dan Damai"

Buku Panduan Akrab dan Damai
Dewasa ini di segala bidang kehidupan banyak situasi yang sangat memprihatinkan seperti, terjadinya perselisihan, pertikaian, permusuhan, kekerasan, dan sebagainya, antara yang mayoritas dengan yang minoritas, antara yang kaya dengan yang miskin, bahkan antar suku, agama, dan ras (istilahnya SARA).

Situasi seperti ini menjadikan relasi antar pribadi menegangkan, tidak nyaman, tidak membawa kehagiaan, bahkan menimbulkan kecemasan. Orang menjadi takut untuk berelasi dan berkomunikasi dengan sesamanya karena ada kecurigaan satu sama lain. Orang berada dalam situasi terkotak-kotak satu sama lain, bahkan beranggapan bahwa orang yang tidak seagama, sealiran, sepaham dianggap musuh yang harus disingkirkan dan dihancurkan.

Situasi seperti di atas juga menjangkiti kehidupan anak zaman sekarang. Anak kurang menaruh hormat kepada orangtua, kurang dapat menghargai orang yang lebih tua, tidak dapat bersahabat dengan temannya, tidak dapat berkata halus dan sopan dengan orang lain, melakukan tindak kekerasan kepada teman yang miskin atau lemah dan sebagainya. Mengapa hal itu terjadi? Jawabannya antara lain karena anak hampir setiap hari dipengaruhi acara televisi, video game (play station), dan game online yang menyuguhkan kekerasan. Selain itu, ini masih ditambah lagi dengan pengaruh suasana dalam keluarga sendiri atau masyarakat yang cenderung juga melakukan kekerasan seperti itu.

Apa yang perlu dilakukan untuk membantu anak dalam mengatasi kecenderungan buruk yang justru semakin bertambah ini? Untuk itu, baiklah kalau sejak dini anak disadarkan untuk membangun dan mengembangkan semangat akrab dan damai dalam hidupnya sendiri, keluarganya, dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Keakraban dan kedamaian inilah yang perlu bisa dialami dan dihayati oleh anak dalam hidupnya sehari-hari. Anak akan bisa akrab dengan sesamanya kalau ia mampu berelasi dan berkomunikasi dengan baik dan hangat. Berkat keakraban ini anak akan bisa mengalami damai yang membahagiakan, sehingga anakpun akan bisa merasa nyaman dan bahagia hidup bersama orang lain. Lebih dari itu, anak juga memiliki kecenderungan melakukan hal-hal positif terhadap dan bagi orang lain sehingga membahagiakan hidup bersama.

Baca juga:


Total Pageviews

Temukan Tips Tentang

5 roti dan 2 ikan Abraham Adam Akrab Damai Aku Bisa Kamu Bisa aku percaya alat peraga alat-alat liturgi alba amice amik anak yang hilang baptis belajar bersama berbagi berdoa Biar Beda Bersahabat biarawan biarawati BIleam boneka tangan Cerita collar copy master corporale Daud Dialog doa katolik doa kemenangan Domino Dovi Ekaristi Esau Ester Firman flash card gender gereja gereja dan hidup kristiani Gereja Katolik Goliat Gomora Hawa hidup kristiani I Love Bible I'm Christian I’m Christian imam iman Injil Ishak jubah Kain Flanel Kanaan kardinal kartu kwartet kartu pendapat karya Yesus kasula Kata Tersembunyi Katekismus Katolik Ke Gereja Yuk keakraban kedamaian Kejadian kelahiran Yesus keragaman kesehatan ilahi kesetaraan ketopong keselamatan Kipas Kasih Sayang Kitab Suci Kitab Suci dan Tradisi kolar Kompendium Katekismus kongregasi Latar Belakang Lea liturgi Logico Lukas Matius media ajar memaafkan membahagiakan Mencintai Lingkungan Hidup mendoakan anak menghargai menyembuhkan orang sakit menyerahkan anak Mesir minggu palma Misa Kudus mujizat murid Yesus Musa Naomi narasi Natal orang tua orang tua yang berdoa ordo pakaian imam pakaian liturgi palla palma Pantokrator patena patung lembu emas paus Paus Benedictus XVI peduli pekan suci pembaptisan pendampingan iman anak pendeta pendidikan iman Katolik Perayaan Ekaristi perbedaan perjamuan terakhir Perjanjian Baru Perjanjian Lama permainan edukatif persahabatan perumpamaan piala pocket story poster mencintai lingkungan hidup puncak hidup umat purifikatorium Rahel Ribka rohaniwan rohaniwati Rut Sakramen Baptis salib Sara saudara Saul sekolah minggu Seri Emmanuel Sheepo sibori Simson singel Sodom Stavronikia Monastery stola Sumber hidup Suplemen Syahadat Para Rasul syahadat singkat tanda perlindungan Tema The Icon of Christ Theophanos of Creta Tradisi Tuhan Yesus Dengarlah Doaku Yakub Yerikho Yerusalem Yesus Yesus disalib Yesus naik surga Yosua Yunus Yusuf