Latest Updates

Judul dan Tema Seri Emmanuel

Seri Emmanuel sebagai sebuah program pendampingan iman anak kristiani tersaji dalam lima buah judul sebagai paket-paket program yang mandiri. Namun kelima judul itu, satu sama lain, terhubung oleh sebuah kepentingan pembentukan karakter anak kristiani yang riang gembira, bersahabat, mampu bersikap dan bertindak sesuai imannya. Kelima judul tersebut disarikan dari pelbagai keprihatinan gereja Indonesia dan umat saat ini yang secara kompak dikenalkan dalam paket-paket pendampingan multidimensi agar sejak dini anak-anak dapat mengungkapkan dan mewujudkan imannya dengan bangga.

1. Ke Gereja, Yuk!

Baptisan!
Ke Gereja Yuk...!
Ada sebagian umat Katolik yang cenderung menonton perayaan Ekaristi, bukan ikut terlibat merayakan nya. Kurang memadainya pemahaman akan Ekaristi dengan seluk beluknya, menjadi salah satu faktor penyebab keadaan yang memprihatinkan ini. Dampak domino dari masalah ini, orang tidak terlibat dan hanya mengandalkan perasaan belaka dalam berliturgi sehingga akan semakin dangkallah kesadaran imannya.

Fokus pendampingan dalam pokok bahasan ini adalah mengenalkan dan mengajak anak-anak semakin dekat dan mencintai Gereja, serta senang berliturgi (ke gereja) karena memahami dan dapat memetik manfaat dari keterlibatannya dalam liturgi (Perayaan Ekaristi) yang akan memperkuat hidup berimannya.

Untuk memperlancar proses pendampingan, yang disesuaikan dengan kemampuan dan usia anak, dipilih tema yang paling banyak berhubungan dengan kehidupan anak sehari-hari, yaitu “Baptis” dan “Ekaristi”. Baptis merupakan awal seseorang masuk dan diterima sebagai warga Gereja dengan segala perutusan hidup yang diterima. Sedangkan Ekaristi merupakan wujud karya penyelamatan Allah terhadap manusia.

Baca juga: Latar belakang Tema "Ke Gereja Yuk!"

2. Biar Beda Tetap Bersahabat
Biar Beda Tetap Bersahabat
Keretakan hidup berbangsa nampak jelas antara lain dari konflik-konflik antar penganut agama yang lebih mementingkan kepentingan agamanya sendiri dan cenderung menganggap kelompok atau golongan lain sebagai musuh. Padahal warga negara Indonesia dari Sabang-Merauke sungguhsungguh Bhinneka dari segi agama, keyakinan, fisik, suku, maupun etnis dan berbagai perbedaan itu sebenarnya lebih merupakan kekayaan daripada bencana.

Materi dalam buku ini ditujukan untuk membekali anak-anak agar mereka dapat menerima adanya perbedaan sebagai hal yang wajar, mampu menghargai perbedaan, mau bersahabat dengan temanteman yang berbeda, dan bisa merasa tenang bila mendapat perlakuan negatif dari mereka yang berbeda namun belum bisa menghargai perbedaan.

Baca juga: Latar belakang Tema "Biar Beda Tetap Bersahabat"

3. Mencintai Lingkungan Hidup
Mencintai Lingkungan Hidup
Beragam dan parahnya kerusakan lingkungan hidup seperti banjir bandang, tanah longsor, dan kurangnya oksigen dan air bersih akibat tingginya pencemaran udara dan air yang disebabkan asap kendaraan dan limbah pabrik, di masa mendatang sungguh-sungguh akan membahayakan diri dan “anak cucu” kita. Berbagai bencana alam dan bahaya yang mengancam kelangsungan hidup manusia itu sebagian besar akibat ulah manusia yang kurang memperhatikan kelestarian alam. Manusia dengan segala kemampuan dan fasilitas yang ada terus melakukan berbagai tindakan eksploitasi sumber daya alam yang menyebabkan kerusakan lingkungan hidup.

Terbangunnya sejak dini sikap-sikap, kebiasaan, dan juga semangat berperan serta menjaga keutuhan ciptaan, dan tumbuhnya rasa cinta pada lingkungan hidup merupakan tujuan pendampingan dalam pokok bahasan ini. Anak-anak diajak untuk sadar dan mau terlibat secara nyata, sesuai dengan usianya, dalam proses perawatan alam ciptaan yang secara utuh diberikan Tuhan untuk kesejahteraan manusia.

Baca juga: Latar belakang Tema "Mencintai Lingkungan Hidup"

4. Aku Bisa, Kamu Juga Bisa
Aku Bisa Kamu Bisa
Anak mempunyai kecenderungan tinggal pakai apa saja yang sudah tersedia, memilih dan menghendaki hal-hal yang instan atau lekas saji. Anak mengabaikan “proses menjadi” dan hanya berorientasi pada hasil jadi semata sehingga jerih payah dalam memperolehnya tidak menjadi perhatian. Anak yang berorientasi pada hasil biasanya tidak memiliki minat atau semangat untuk belajar, bahkan yang menyangkut harapan dan cita-citanya sekalipun.

Di samping itu, sering terjadi anak mudah iri hati bila melihat temannya mengalami keberhasilan atau lebih baik daripada dirinya. Rasa iri hati ini sangat mudah muncul karena kecenderungan manusia selalu ingin memusatkan segala sesuatu pada dan untuk dirinya sendiri serta menganggap orang lain sebagai pribadi di luar dirinya. Sebagai akibatnya, lahir sikap tidak mau peduli pada orang lain, dalam hal ini keengganan untuk menularkan kemampuan kepada yang lain.

Fokus pendampingan dalam tema ini adalah anak saling belajar dan saling mendidik. Untuk itu hubungan antar-pribadi yang sehat dan sikap menghargai anak-anak sangat diperlukan sebagai iklim yang kondusif untuk menumbuhkan pribadi yang beriman, bertanggung jawab, dewasa, serta mandiri, terlebih tumbuhnya kerelaan saling belajar dan saling berbagi kemampuan atau saling mendidik di antara anak-anak.

Baca juga: Latar belakang Tema "Aku Bisa Kamu Bisa"

5. Akrab dan Damai
Akrab dan Damai
Hidup bersama dalam keluarga dan masyarakat pada masa kini sangat rawan dengan munculnya aneka bentuk tindak kekerasan. Kekerasan dalam keluarga dan masyarakat (premanisme) serta pengalaman bias gender yang sering diamati atau dialami anak-anak dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi pengalaman buruk yang terbawa ke kehidupan mereka saat dewasa kelak.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mengendalikan kecenderungan melakukan tindak kekerasan yang seringkali tampak sejak masa kanak-kanak. Pendampingan dalam pokok bahasan ini difokuskan pada upaya untuk menumbuhkan rasa cinta kasih dan saling menyayangi terhadap saudara dan sesama; dengan kerelaan mengambil beban yang sama antara laki-laki dan perempuan demi terciptanya keharmonisan hidup dalam keluarga.

Baca juga: Latar belakang Tema "Akrab dan Damai"

Baca juga:

0 Response to "Judul dan Tema Seri Emmanuel"

Posting Komentar

Total Pageviews

Temukan Tips Tentang

5 roti dan 2 ikan Abraham Adam Akrab Damai Aku Bisa Kamu Bisa aku percaya alat peraga alat-alat liturgi alba amice amik anak yang hilang baptis belajar bersama berbagi berdoa Biar Beda Bersahabat biarawan biarawati BIleam boneka tangan Cerita collar copy master corporale Daud Dialog doa katolik doa kemenangan Domino Dovi Ekaristi Esau Ester Firman flash card gender gereja gereja dan hidup kristiani Gereja Katolik Goliat Gomora Hawa hidup kristiani I Love Bible I'm Christian I’m Christian imam iman Injil Ishak jubah Kain Flanel Kanaan kardinal kartu kwartet kartu pendapat karya Yesus kasula Kata Tersembunyi Katekismus Katolik Ke Gereja Yuk keakraban kedamaian Kejadian kelahiran Yesus keragaman kesehatan ilahi kesetaraan ketopong keselamatan Kipas Kasih Sayang Kitab Suci Kitab Suci dan Tradisi kolar Kompendium Katekismus kongregasi Latar Belakang Lea liturgi Logico Lukas Matius media ajar memaafkan membahagiakan Mencintai Lingkungan Hidup mendoakan anak menghargai menyembuhkan orang sakit menyerahkan anak Mesir minggu palma Misa Kudus mujizat murid Yesus Musa Naomi narasi Natal orang tua orang tua yang berdoa ordo pakaian imam pakaian liturgi palla palma Pantokrator patena patung lembu emas paus Paus Benedictus XVI peduli pekan suci pembaptisan pendampingan iman anak pendeta pendidikan iman Katolik Perayaan Ekaristi perbedaan perjamuan terakhir Perjanjian Baru Perjanjian Lama permainan edukatif persahabatan perumpamaan piala pocket story poster mencintai lingkungan hidup puncak hidup umat purifikatorium Rahel Ribka rohaniwan rohaniwati Rut Sakramen Baptis salib Sara saudara Saul sekolah minggu Seri Emmanuel Sheepo sibori Simson singel Sodom Stavronikia Monastery stola Sumber hidup Suplemen Syahadat Para Rasul syahadat singkat tanda perlindungan Tema The Icon of Christ Theophanos of Creta Tradisi Tuhan Yesus Dengarlah Doaku Yakub Yerikho Yerusalem Yesus Yesus disalib Yesus naik surga Yosua Yunus Yusuf